Invocatio: "Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu" (Ulangan 4:31). Bacaan : Mazmur 32:1-11 (Tunggal) Khotbah : Roma 5:12-19 (Anthiponal) Tema : Hidup Dalam Kasih Karunia Tuhan.
KataYesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
SABDAwebYoh 20:29. Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. w Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. x ". AYT (2018) Yesus berkata kepadanya, "Apakah kamu sekarang percaya karena kamu telah melihat Aku? Diberkatilah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya.". TL (1954) ©. SABDAweb Yoh
Vay Tiền Nhanh Ggads. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Yoh 2029. Sebenarnya dalam hidup kita ini, banyak hal yang tidak bisa kita lihat, namun kita percaya bahwa hal itu ada. apakah saudara pernah melihat usus dalam perut sendiri? Pernahkah melihat paru- parumu? pernahkah kita melihat ginjal kita sendiri? tidak. tetapi kita percaya bahwa itu semua ada dalam diri kita. Jikalau kita harus membuktikan bahwa itu ada dengan cara mengoperasi dan mengeluarkannya maka itu tindakan bodoh. Kita tidak pernah melihat kutub utara yang katanya penuh es, namun kita percaya melalui informasi bahwa kutub utara itu ada dan seperti itu. Kita tidak pernah lihat ada setan, namun kita percaya setan itu ada. Bulu kuduk merinding, kita ngeri melihat orang kerasukan. Kita ini berbahagia karena banyak hal yang kita tidak lihat namun kita percaya bahwa itu ada. Saudara tidak perlu operasi tubuh agar supaya percaya bahwa dalam tubuhmu ada usus, ginjal, hati. Ini sudah bahagia. Kita bisa menjalani hidup dengan tenang karena kepercayaan itu, bisa menjaga organ-organ tubuh kita agar tetap sehat. jadi sebenarnya, percaya tanpa melihat itu, sudah sering kali kita alami. Saya pun yakin bahwa Tomas juga sering kali menjalani hidup yang percaya walaupun dia tidak bisa lihat. Namun kali ini, imannya Tomas mengalami sedikit masalah, yakni dia harus melihat dahulu barulah dia bisa percaya. Kemudian Tuhan Yesus menjumpai Tomas dan mengundang Tomas mencucukkan jarinya ke dalam lambungnya. Tomas langsung percaya dan berseru, ya Tuhanku dan Allahku. Tuhan Yesus kemudian berkata “karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Joh 2029. Tomas sudah melihat Tuhan dan Yesus dan dia percaya. ini baik karena banyak orang yang sudah melihat Yesus tetapi tidak percaya. Namun ada yang lebih baik dan lebih berbahagia, yakni mereka yang tidak melihat Tuhan Yesus namun percaya. Siapa itu yang tidak melihat Tuhan Yesus dan percaya? apakah murid-murid? Bukan, sebab murid-murid melihat Tuhan Yesus dan percaya. Lalu siapa yang dimaksud Tuhan ketika mengatakan berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya? Kitalah yang dimaksudkan oleh Kristus ketika mengatakan kalimat itu. Orang-orang Kristen yang tidak hidup sezaman Tuhan Yesus, tentunya tidak melihat lagi Tuhan Yesus. Namun walaupun mereka tidak melihat Tuhan Yesus, mereka percaya. Saudara dan saya tidak melihat Tuhan Yesus, namun kita percaya kepada-Nya. Kita percaya bukan karena melihat tetapi karena mendengar dan membaca firman Tuhan. Saudara perhatikan Yoh 20 31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. Joh 2031. Iman kita berasal dari mana? dari apa yang dicatat oleh kitab suci. Kita percaya bukan karena kita sudah melihat Yesus yang menampakkan diri kepada Tomas, tetapi kita percaya kepada Kristus oleh karena apa yang dicatat dalam kitab suci. Tuhan mengatakan orang yang seperti ini berbahagialah. Kita berbahagia karena meskipun kita tidak mengalami pengalamannya Tomas, yakni melihat secara langsung Tuhan Yesus, namun dengan membaca pengalaman Tomas ini, kita pun boleh memiliki iman yang seperti Tomas, setelah dia berjumpa dengan Kristus. Iman saudara tidak lebih kurang dari Tomas, walaupun saudara tidak berada di sana saat itu. Iman kita sama dengan Tomas, walaupun kita sekarang berada di zaman dimana kita tidak melihat Tuhan Yesus secara fisik. Kita sama berimannya dengan Tomas dan murid-murid melalui apa yang dicatat oleh Yohanes. Iman kita bukan melalui apa yang kita lihat,. Iman kita datang melalui pendengaran dan apa yang kita baca. itulah sebabnya mengapa Yohanes mengatakan dalam Yohanes 2031, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. Joh 2031. Doa Tuhan Yesus, sekalipun kami belum pernah melihat-Mu, namun kami mengasihi-Mu. Kami percaya kepada-Mu, sekalipun kami sekarang tidak melihat-Mu. Kami bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan itu. Peliharalah iman kami ini dan ajarkan kami untuk menerapkan iman kami dalam pergumulan kami setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa Johannis TrisfantGKIm Ka Im Tong, Bandung
Menjadi pribadi yang dipercayai pasti menyenangkan hati. Itu tandanya kamu adalah sosok yang punya kepribadian positif dan bisa diandalkan. Gak semua orang seperti itu. Jika kamu adalah orang yang terpilih atas berbagai kepercayaan, maka keuntungan yang kamu dapatkan, serta kamu juga bisa berguna bagi sekitar. Ingin tahu apa saja tandanya bahwa orang-orang menaruh percaya padamu? Yuk, cek beberapa Kerap dipilih untuk menjadi pemimpinilustrasi seorang pemimpin ProductionsApakah selama ini kamu selalu ditunjuk menjadi pemimpin? Entah dalam pekerjaan, kegiatan keluarga, hingga pertemanan? Jika iya, itu merupakan tanda bahwa orang sekitar percaya padamu. Tentu ada alasannya mengapa mereka bisa karena kamu pribadi mandiri, bijaksana, bisa mengendalikan diri, mampu membuat keputusan yang baik untuk bersama, dan masih banyak alasan positif lainnya. Semua ada dalam dirimu yang orang lain sadari itu. Jadi, tingkatkan terus Sering dimintai pendapatilustrasi berantusias mendengarkan rekan kerja tanda berikutnya saat orang percaya padamu, biasanya mereka kerap meminta pendapat darimu. Jika selama ini banyak yang ingin mendengar pendapatmu, tanggapi dengan sebaik mungkin. Sebab, sudut pandangmu dipercaya membawa kebaikan bagi belajar agar wawasan semakin luas. Sehingga, pendapatmu gak hanya didengar, tapi juga dilakukan oleh yang meminta, karena memang terpercaya dan bijaksana. Lakukan dengan cara komunikasi yang baik juga, ya. Baca Juga 5 Tips saat Beradu Pendapat dengan Orangtua, Sikapi dengan Bijak 3. Sering jadi tempat curhatilustrasi kegiatan curhat bermanfaat baik bagi kesehatan Borba Apakah teman atau rekan kerja, bahkan pasangan sering curhat padamu? Wah, selamat karena menjadi tempat curhat adalah bukti bahwa mereka menaruh rasa percaya padamu. Maka, dengarkan dengan sepenuh hati, berikan tanggapan jika apabila mereka hanya ingin bercerita, cukup mendengarkannya saja itu sudah melegakan hati. Jangan lupa juga, jadilah seseorang yang mampu menjaga rahasia, jika yang diceritakan perihal Gak ragu memberi tugas tertentu padamuilustrasi berbicara dengan sopan de RichelieuJika selama ini, entah di tempat kerja maupun kegiatan lainnya, atasan atau siapa pun itu dengan semangat dan penuh keyakinan memberikan tugas tertentu padamu, jangan kesal dulu. Tenangkan hati dan jernihkan pikiran. Coba lihat sisi positifnya, karena itu merupakan tanda bahwa ada kepercayaan tersendiri selagi kamu mampu, terima tugasnya sebagai tantangan meningkatkan kemampuan. Apalagi jika tergolong sulit bagi yang lain, dan kamu dipercaya mengerjakannya. Jangan menolaknya, apalagi ketika masih dalam batas wajar. Jadikan ini kesempatan untuk menunjukkan Selalu diprioritaskanilustrasi orang berjabat tangan MediaDipercaya atau belum oleh orang lain juga bisa diamati dari caranya memperlakukanmu. Jika kamu selalu diprioritaskan dalam berbagai hal, itu merupakan bagian dari bentuk kepercayaan. Jangan sia-siakan, apalagi menyepelekan perlakuan baik ini, karena kamu sudah bisa gunakan caramu sendiri, agar mereka terus mempercayai. Tentunya dengan cara yang positif, ya. Jagalah kepercayaannya, semakin menjadi prioritas bagi orang sekitar membuktikan bahwa dirimu adalah sosok yang menjadi pribadi yang dapat dipercaya, untungnya untukmu juga. Jadi, gak ada ruginya. Tentu kamu pun perlu pandai dan bijaksana, agar kepercayaannya bukan bertujuan memanfaatkan. Ingat, saat orang menaruh percaya padamu, tetaplah berpikir sehat dan perlu melihat begitu menyenangkan jadi kepercayaan, tapi tetap perlu diingat bahwa kebahagiaan diri itu nomor satu. Jika orang sekitar percaya padamu untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuanmu, jangan rela mengorbankan diri hanya demi menyenangkannya. Baca Juga 8 Pengertian Mood Menurut Pendapat Ahli, Beda dengan Emosi IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
RENUNGAN HARIAN KRISTEN TERBARU, SELASA 12 MEI 2020 502. BERBAHAGIALAH MEREKA YANG PERCAYA, MESKI TIDAK MELIHAT Oleh E. Gunawi Sp. FIRMAN TUHAN Ayat Nas Kitab Injil Yohanes 2027-29. Shalom. Haleluya! Pada hari yang sangat indah dan berbahagia ini, kita berjumpa kembali dengan Renungan Harian Kristen Terbaru yang dipublikasikan oleh Topik yang kita tampilkan adalah BERBAHAGIALAH MEREKA YANG PERCAYA, MESKI TIDAK MELIHAT. Ayat nas Firman Tuhan yang menjadi dasar renungan kita diangkat dari ayat nas Kitab Injil Yohanes 2027-29. Dalam pembahasan, kita akan mengangkat ayat-ayat Firman Tuhan yang relevan. Pengantar Tomas adalah salah satu murid dari dua belas murid Tuhan Yesus yang tidak berkumpul dan tidak melihat kehadiran-Nya di rumah itu setelah hari kedelapan kebangkitan-Nya. Meski sepuluh murid Tuhan menyatakan bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit, namun Tomas tidak percaya. Tomas tidak percaya bahwa Dia sudah bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Dia akan percaya, kalau ia melihat bekas paku pada tangan-Nya dan mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku dan mencucukkan tangannya ke dalam lambung-Nya. Dia sekali-kali tidak akan percaya, jika dirinya belum membuktikan dengan matanya dan jari tangannya sendiri. Namun, sejak dari mulanya Tuhan Yesus yang maha tahu sudah mengetahui maksud Tomas. Karenanya, Tuhan Yesus memenuhi keinginan Tomas sebagaimana dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 2027-29. Ayat-ayat tersebut mengingatkan kita mengenai perintah Tuhan kepada Tomas agar percaya. Tuhan menyatakan empat hal kepada Tomas Pertama, taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku; Kedua, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku; Ketiga, jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah; dan keempat, berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Pertama, taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku Jika bukan Tuhan, siapa lagi yang berkuasa menunjukkan tubuh badaniah-Nya dengan tangan yang berlubang karena bekas dipaku di kayu salib? Kalau bukan Tuhan, kemudian, siapa gerangan yang dapat mengunjungi para murid-Nya di rumah itu? Karena itu, Tuhan Yesus lalu berkata kepada Tomas, salah satu murid-Nya, yang meminta bukti bahwa Dia sudah bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Pada hari yang kedelapan setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus mengunjungi para murid-Nya di rumah yang sama. Lalu, Dia berkata kepada Tomas, beginilah bunyi Firman-Nya yang tercantum dalam Kitab Injil Yohanes 2027 “Kemudian Ia berkata kepada Tomas “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ….” Dalam perkataan lain, secara tersirat Tuhan Yesus dengan sabar menyatakan kepada Tomas Sentuhkanlah jarimu pada bekas luka paku di telapak tangan-Ku. Jangan kamu ragu-ragu! Jangan pula engkau bimbang! Lalu, cucukkanlah jari tanganmu pada bekas lubang paku di kayu salib di tanganku. Kemudian, lihatlah dengan baik! Perhatikanlah! Bekas lubang paku pada kedua telapak tangan-Ku. Nyatakanlah! Buktikanlah! Kemudian percayalah! Bahwa kesaksian yang diperkatakan oleh banyak orang adalah kenyataan. Bahwa segala kesaksian yang diperbincangkan orang-orang di Yerusalem adalah kebenaran sejati! Kedua, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku Kemudian daripada itu, marilah kita simak dan kita perhatikan lanjutan ayat Firman Tuhan dalam ayat yang sama seperti ditulis dalam Kitab Injil Yohanes 2027. Beginilah bunyi Firman Tuhan kepada kita “…, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku ….” Sungguh! Sejak dari semula, Tuhan Yesus sudah tahu tentang jeinginab Tomas. Ia sudah mengetahuinya. Karena itu, secara implisit, Dia menyatakan kepada Tomas, murid-Nya yang tidak percaya itu, untuk mengulurkan tangannya dan mencucukkan jarinya ke bekas luka tombak pada lambung-Nya. Lihatlah dengan cermat bekas luka tombak pada lambung-Ku! Lihatlah dengan saksama! Rabalah sepuas hatimu! Perhatikanlah! Janganlah engkau bimbang! Jangan pula engkau gamang! Semuanya adalah kebenaran. Dan tidak ada yang perlu engkau ragukan. Ketiga, jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah Oleh sebab itu, masih dalam ayat yang sama, Tuhan Yesus berkata kepada Tomas seperti tercatat dalam Kitab Injil Yohanes 2027 “… dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Benar! Secara tersurat dan tersirat, Tuhan Yesus Kristus mengingatkan Tomas Janganlah engkau tidak percaya lagi! Janganlah engkau ragu-ragu! Janganlah imanmu goyah! Percayalah! Imanilah! Teguhkanlah imanmu! Kuatkanlah keyakinanmu! Amatilah dengan cermat! Aku yang berdiri di hadapanmu ini adalah Yesus Kristus, Tuhanmu. Percayalah! Bahwa Allah Bapa-Ku sudah membangkitkan Aku dari antara orang mati. Keempat, berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya Melihat dan mendengar perkataan Tuhan Yesus yang mengingatkan supaya dirinya jangan tidak percaya lagi, melainkan percayalah, maka Tomas menjawab-Nya “Ya Tuhanku dan Allahku!” Tomas yang tidak mau percaya kepada penuturan dari sepuluh murid yang sudah melihat kebangkitan-Nya, tidak dapat berkata-kata lain, selain “Ya Tuhanku dan Allahku!” Demikian dinyatakan oleh Firman Tuhan yang ditulis dalam Kitab Injil Yohanes 2028, yang berbunyi “Tomas menjawab Dia “Ya Tuhanku dan Allahku!” Tomas percaya setelah melihat dan mencucukkan jari tanggannya pada bekas lubang paku pada telapak tangan-Nya dan bekas luka tombak pada lambung-Nya. Tomas menyebut Dia “Ya Tuhanku dan Allahku!”, setelah dia mendapatkan bukti dari Dia,Yesus Kristus Tuhan kita. Lalu, bagaimanakah respon Tuhan Yesus terhadap perkataan Tomas? Tuhan Yesus berkata kepada Tomas bahwa ia percaya karena ia melihat Dia. Dalam bahasa Jawa ngelehke. Jika tidak melihat Dia, boleh jadi ia tidak percaya terhadap kebangkitan-Nya. Oleh sebab itu, Tuhan Yesus berkata kepadanya dan banyak orang, bahwa berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya kepada-Nya. Hal demikian dikatakan oleh Firman Tuhan sebagaimana dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 2028-29. Alkitab mengatakan kepada kita “Kata Yesus kepadanya “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Melalui ayat-ayat Firman Tuhan ini, kita dapat mengetahui betapa hebatnya kesabaran Yesus Kristus Tuhan kita. Tomas yang tidak percaya terhadap kebangkitan-Nya masih diberi-Nya kesempatan untuk mempercayai-Nya. Tomas diberi-Nya kesempatan untuk mencucukkan jari tangannya pada bekas lubang paku di telapak tangan-Nya dan pada bekas lubang tombak di lambung-Nya. Pada waktu itu, boleh jadi, Tomas tidak memahami didikan dan ajaran-Nya, yang menyatakan bahwa Dia akan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Atau boleh jadi, Tomas memang mengabaikan perkataan Tuhan ketika masih bersama-Nya. Atau, mungkin Tomas tidak memperhatikan dan tidak meyakini dengan benar apa yang sudah dikatakan Yesus Kristus, Tuhan kepada para murid-Nya. Pelajaran yang dapat kita petik Kemudian bagaimanakah dengan diri kita sebagai orang-orang percaya? Sudahkah kita percaya terhadap kebangkitan-Nya, walaupun kita belum atau tidak melihat-Nya? Sudahkah kita peduli, memperhatikan, memahami dan mengimani segala didikan dan ajaran-Nya, yang menyatakan bahwa Dia akan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga? Sudahkah kita percaya dengan dengan iman yang teguh kepada-Nya bahwa Dia sudah bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, serta dengan tetap melakukan ibadah, doa, ucapan syukur, pujian, pemuliaan, penyembahan, memberi persembahan dan melayani Firman Tuhan dengan baik, lebih baik dan teramat baik? Sudah tentu, kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita sudah percaya terhadap kebangkitan-Nya, meski kita belum atau tidak melihat-Nya. Tentu, kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita sudah memperhatikan, memahami da mengimani segala didikan dan ajaran-Nya, yang menyatakan bahwa Dia akan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Sudah tentu, kita percaya bahwa semua pribadi di percaya dengan iman yang teguh kepada-Nya bahwa Dia sudah bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, serta melakukan ibadah, doa, ucapan syukur, pujian, pemuliaan, penyembahan, memberi persembahan dan melayani Firman Tuhan dengan baik, lebih baik dan teramat baik. Berbahagialah kita Berbahagialah kita yang sudah percaya terhadap kebangkitan-Nya, walaupun kita belum atau tidak melihat-Nya, karena Dia sudah lebih dahulu melimpahkan kepada kita kasih setia dan kasih karunia-Nya yang tidak berkesudahan. Berbahagialah kita yang sudah percaya bahwa semua pribadi di antara kita sudah memperhatikan, memahami dan mengimani segala didikan dan ajaran-Nya, yang menyatakan bahwa Dia akan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, karena Dia sudah menyediakan bagi kita upah besar di sorga. Berbahagialah kita yang sudah percaya dengan iman yang teguh kepada-Nya bahwa Dia sudah bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, serta melakukan ibadah, doa, ucapan syukur, pujian, pemuliaan, penyembahan, memberi persembahan dan melayani Firman Tuhan dengan baik, lebih baik dan teramat baik, karena Dia sudah menyediakan bagi kita bagian hidup kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera di sorga. JESUS CHRIST BLESS YOU AND US. HALLELUJAH. AMEN. ***Catatan. Renungan ini adalah renungan yang dipublikasikan oleh yang ke-502. Jika Ibu/Bapak/Saudara berkenan, tolong isi komentar untuk perbaikan kita. Terima kasih. GBU. Amin.
berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya